Selasa, 17 November 2015

12 Jam di Kota Hue Vietnam Tengah - Bagian 1



Bagian 1
Setelah beristirahat semalam di kota lama Hoi An, lewat resepsionis hotel saya memesan tiket bus untuk menuju kota Hue. Setiap hotel selalu menyediakan diri untuk melayani tamunya dalam memesan tiket transportasi, dalam hal ini saya memilih Sleeper Bus. Sleeper Bus kelihatannya satu-satunya pilihan sebab Sitting Bus kelihatannya tidak ada. Tiket Sleeper Bus Hoi An – Hue seharga USD 5,- per orang atau waktu itu VND 110.000,-. Sleeper Bus berkeliling dari hotel kehotel menjemput penumpang, jadi calon penumpang tidak perlu bingung, tunggu saja bus sambil duduk didepan hotel tempat menginap sebelumnya. Di Vietnam bus-bus wisata seperti itu tidak masuk ke Terminal bus umum, tertapi berhenti di terminalnya sendiri yang umumnya kantor atau agennya dikota yang bersangkutan. Agen bus seperti itu umumnya selalu berada dilingkungan hotel, hotel murah sampai hotel mahal.
Bagian dalam Sleeper Bus.

Sleeper Bus yang saya tumpangi berhenti di daerah ini.

Saat bus yang saya tumpangi mulai masuk kota Hue, hari sudah menjelang sore dan bus berhenti ditepi jalan, selanjutnya Pengemudi berteriak dalam bahasa Inggris logat Vietnam ….. Passanger to Hue stop here, passanger to Hanoi stay on the bus ……..seorang petugas dari sebuah hotel aktif bertanya pada penumpang yang turun sambil berbicara …. Hotel ….hotel sir ….. Karena belum memiliki tempat bermalam, saya mengikuti petugas hotel itu dan mendapatkan tempat bermalam yang nyaman dan luas seharga USD 14,- untuk dua orang dengan waktu check out sampai jam 12.00. Mandi dan istirahat sambil nonton TV merupakan menu utama sore - malam hingga esok pagi.
Hotel $ 14,-

Bagian dalam hotel kelas $ 14,-

Sebuah keuntungan yang tak terduga, ternyata hotel tempat bermalam berada di dekat pasar tradisional Vietnam. Cocok dengan tujuan backpacking yang menekankan konsep Social Journey, ditengah pasar tradisional merupakan tempat yang istimewa untuk menyelami kehidupan masyarakat kelas bawah, termasuk siapa saja yang berbelanja diarea pasar tersebut. 

Situasi pasar tidak berbeda dengan pasar-pasar tradisional di P. Jawa. Pedagang yang memiliki kios, pedagang dengan membawa gerobak dagangan dan yang paling banyak pedagang yang menggelar dagangannya di tanah.

 Singkong rebus dan uwi dijual di pasar ini.


Saya tertarik dengan pedagang makanan tradisional, singkong rebus mendominasi jenis jajanan yang ada. Bahkan saya mendapatkan umbi yang duluuuu saat kecil saya dinamakan “uwi”. Tebu kupas dipotong pendek-pendek yang sudah lenyap dari pasar tradisionil P. Jawa masih ada di Hue Vietnam.
 Tebu kupas dipotong pendek-pendek

 Kenikmatan jajan di pasar tradisionil sambil duduk dikursi plastik pendek 
yang disediakan oleh pedagang

Atau makan murah meriah di warung nasi seperti ini



Sayang Market Journey belum tuntas, jam sudah menunjukkan pukul 11.30, sebentar lagi harus check out dari hotel atau terkena penalty beberapa puluh ribu VND ..........

Bagian - 2 silahkan klik ini: http://ikutsangsurya.blogspot.co.id/2015/11/12-jam-di-kota-hue-vietnam-tengah_17.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar